Selasa, 26 Juli 2011

Masalah Hardware & Penyelesaian Masalah (Troubleshooting)

1. Masalah Pada Power Supply

Power supply merupakan alat vital yang berfungsi untuk menyearahkan arus yaitu arus AC menjadi arus DC. Tanpa ada power supply pc tidak dapat digunakan karena power supply juga berfungsi untuk menyalukan tegangan dari komponen yang terpasang didalamnya seperti CD-ROM, FDD, Hardisk, dan komponen lain yang terhubung didalamnya. Jenis power supply ada dua yaitu XT dan AT. Jenis XT digunakan untuk mainboard Pentium I, II,dan III meskipun mainboard pada Pentium III ada yang sudah menggunakan power supply jenis AT, tergantung dari jenis mainboard yang kita gunakan. Jenis AT digunakan untuk mainboard Pentium III, IV, dan V (core2duo).

Daftar tegangan Power Supply adalah sebagai berikut:








Ciri-ciri dari power supply yang trouble antara lain sebagai berikut:
1. Tidak ada tampilan dilayar monitor meskipun tombol power pada CPU dan Monitor sudah dihidupkan.
2. Tidak ada tegangan pada Mainboard.
3. Tegangan drop.
4. Power supply tidak bekerja secara optimal.
Untuk mengatasi hal diatas kita dapat melakukan hal dibawah ini, yaitu:
1. Periksa kabel power apakah tertancap dengan benar apa tidak.
2. Periksa saklar pada power supply jika yang digunakan jenis TX.
3. Periksa semua kabel dengan menggunakan taspen atau dengan multitaster apakah tegangan pada setiap kabel drop.
Apabila terjadi kerusakan pada power supply sebaiknya mengganti power supply yang lain karena apabila hanya diperbaiki saja kemungkinan permasalahan tersebut akan segera timbul kembali karena power supply tidak berfungsi dengan normal seperti power supply yang masih baru. Penggantian power supply harus disesuaikan dengan kondisi struktur mainboard.

Gejala: Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indicator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala (bisa juga menyala).
Solusi: Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang power supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda gant kabel power dengan yagn anda yakini bagaus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, jika tetap saja tidak bisa maka sebaiknya anda ganti Power Supplynya.
Note: Jika kerusakan hanya pada PSnya maka komputer akan kembali bekerja dengan normal; kecuali ada kerusakan pada komponen yang lainnya.


2. Masalah Pada Motherboard/Main board

Main board merupakan komponen terbesar dalam system kerja komputer. Dalam prinsip kerjanya komputer menerima input data dan mengeluarkan output berupa tampilan dari monitor dan suara dari speaker. Apabila terjadi kerusakan pada system mainboard perlu diadakan diagnosa awal penyebab masalah sehingga dapat diketahui masalah yang terjadi.
Untuk melakukan diagnosa kita dapat melakukan hal sebagai berikut:
1. Mengecek kabel sambungan power supply utama dan kabel tegangan DC.
2. Mengecek kabel sambungan keyboard dan mouse serta monitor.
3. Mengecek konfigurasi system CMOS.
4. Mengecek semua daughterboard atau card yang terpasang pada slot I/O.
5. Mengecek sambungan saklar reset.
6. Mengecek posisi kunci keyboard.
7. Mengecek semua IC yang terpasang pada mainboard.
8. Mengecek disket boot di drive A (jika ada).

Setelah pengecekan dilakukan, hidupakan saklar power dan cari kesalahan post. Dari pesan tersebut dapat di Identifikasi dan kemudian dapat dilakukan perbaikan. Ketika post tidak dapat berjalan, maka masalah yang terjadi pada mainboard dan rangkaian di dalamnya. Ada beberapa langkah / cara untuk menangani apabila terjadi trouble shooting mainboard antara lain sebagai berikut:

 Repair or Replace.
Keputusan untuk mereparasi sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi pada sebuah motherboard. Sementara, langkah penggantian sangat tergantung oleh tingkat daya dukung teknologi motherboard ataupun kemampuan ekonomi masing-masing pribadi dalam membelanjakan barang-barang komputer. Masalahnya adalah bagaimana seandainya motherboard itu masih terhitung baru, sementara kita tidak mampu mendeteksi kerusakan atau menentukan jalan keluarnya ? ikutilah terlebih dulu langkah kedua sebelum memutuskan untuk membeli yang baru.

 Back to Basics !
1. Periksa semua konektor. Tentu saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.
2. Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card sudah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa secara fisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.
3. Periksa sumber listrik yang masuk melalui power supply. Untuk memastikannya, periksa dulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listrik pada kabel-kabel power suplay dengan menggunakan multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel sudah sesuai dengan yang direkomendasikan pada buku manual.
4. Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup, kotoran, juga debu bisa mempengaruhi nafas kehidupan motherboard. Gangguan semacam ini, selain membuat lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis bisa menimbulkan hubungan pendek atau konslet.
5. Periksa jumper-jumper, DIP switches atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti dan benar. Pastikan bahwa kita mengacu pada buku manual dan jangan menggunakan ilmu hafalan. Setting yang salah bisa membuat motherboard tak mau hidup.
6. Periksa bagian-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan pendek akibat penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard akan membuat listrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.

Setelah pengecekan dilakukan maka sebaiknya dilakukan perbaikan agar PC dapat di fungsikan kembali. Apabila terjadi kerusakan pada bagian Mainboard usahakan dilakukan diperbaiki dahulu dan apabila komponen tersebut sudah tidak dapat digunakan baru dilakukan penggantian komponen yang baru. Penggantian komponen harus disesuaikan dengan kapasitas yang ditentukan dan harus sesuai dengan standart yang telah diberikan.

Gejala: Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indicator (led) di CPU menyala dan di monitor berkedip-kedip, kipas PS dan Processor berputar, tidak ada suara beep di speaker CPU.
Solusi: Periksa Motherboardnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan juga yang lainnya apakah ada yang terbakar; namun sebelumnya lepas semua kabel dan hardware yang menyatu pada motherboard.
Note: Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan motherboard masih bagus, ada kalanya karena terdapat kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.


3. Masalah Pada Hard Disk Drive (HDD)

Harddisk merupakan tempat menyimpan data keseluruhan secara permanent tidak sama halnya dengan RAM yang hanya menyimpan data sementara pada saat koputer masih aktif. Hardisk terdiri dari dua jenis yaitu hardisk dan hardisk eksternal. Kapasitas dari hardisk bermaca-macam dari 512 MB sampai dengan 300 GB. Satuan ukuran untuk hardisk adalah byte yaitu:
Byte = 1 byte
Nibble = 4 byte
Byte = 8 byte = 1 byte
KB = 1000 byte = 1 KB
MB = 1.000.000 byte = 1 MB
GB = 1.000.000.000 byte = 1 GB
Terabyte = 1.000.000.000.000 byte = 1 TB

Beberapa kasus yang ditemukan dan cara penangananya langsung yaitu:
1. Muncul pesan NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)
Pesan ini setidaknya sudah sedikit mengerti memberikan gambaran di mana kerusakan berada, yaitu ada di partisi atau file systemnya tetapi bukan di harddisknya. Kita bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel IDE, SATA atau ATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.
2. Sistem tidak bekerja karena hardisk tidak terdeteksi. Masalah ini sering sekali muncul pada beberapa motherboard. Kesalahan sendiri terjadi bukan pada motherboard-nya, tetapi pada kabel data yang di gunakan. Kesalahan ini biasanya muncul karena Anda menggunakan port secondary dan bukan port primary meskipun tidak menggunakannya buat CD-ROM atau drive lain. Pada beberapa sistem, motherboard tidak akan mendeteksi lantaran penggunaan kabel data semacam ini. Solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan port utama pada kabel IDE untuk hardisk sementar secondary untuk CD-ROM drive atau yang lain.
3. Hardisk tidak dapat diisi dengan sistem operasi dan bunyi tidak menentu. Masalah ini sering muncul pada beberapa hardisk yang mengalami error pada track nol sehingga hardisk tidak bisa diisi dengan sistem operasi dan langkah yang dapat ditempuh adalah hardisk hanya bisa diisi dengan data.
4. Hardisk tidak terdeteksi dalam menu setup BIOS. Masalah ini timbul karena salah dalam pemasangan jumper pada hardisk, untuk mengatasai masalah ini kita dapat melakukan pemasangan jumper pada posisi master.
5. Hardisk tidak terdeteksi pada saat booting dan muncul pesan “Boot Not Failure, Insert System Disk and Press Enter”. Masalah ini terdapat pada kabel data yang digunakan sebaiknya ceklah kabel data yang terhubung ke hardisk, apakah tercancap dengan benar apa tidak. Apabila pesan tersebut masih muncul cobalah mengganti kabel data yang lain. Dan apabila pesan kesalahan masih muncul dimungkinkan hardisklah yang error sehingga perlu diganti dengan yang lain.

Gejala: Setelah CPU dihidupkan melakukan proses Post kemudian diam beberapa saat tidak langsung masuk ke SO, setelah itu dilayar monitor muncul pesan “Harddisk Error, Harddisk Failur”, setelah itu muncul pesan “Press F1 to continue” setelah tombol F1 ditekan tetap saja namun muncul pesan “Operating system not found”. Dan juga kadang setelah melakukan proses Post langsung muncul pesan “Operating system not found”.
Solusi: Ada kemungkinan SO-nya rusak, bisa diatasi dengan install ulang atau jika menggunakan SO windows 2000/XP ada fasilitas Repairnya, atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi, hal ini bisa diatasi dengan cara memeriksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, jika longgar sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal atau tidak, jika tidak normal berarti harddisk anda rusak pada controlllernya.


4. Masalah Pada Memory

Memory merupakan tempat menyimpan data sementara ketika computer masih dalam kondisi aktif. Kapasitas dari Memory bermacam-macam dari 128 Megabyte sampai 1 Gigabyte. Semakin besar memory yang disediakan, semakin banyak data/informasi yang dapat ditampung. Dari awal perkembangan computer jenis memory yang digunakan adalah EDO yaitu pada Pentium I. Pada perkembangan berikutnya memory yang digunakan adalah ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory) yaitu pada Pentium II dan III. Dan pada era sekarang memory yang digunakan adalah SDR untuk Pentium I, II, dan III DDR yaitu DDR 1, 2, 3 dan 4 untuk Pentium IV dan Pentium V atau (Core2Duo).

Cirri-ciri dari Memory yang mengalami trouble adalah sebagai berikut:
1. Bunyi kode beep yaitu bunyi kode kesalahan (beep pendek terus menerus).
2. Tidak ada tampilan dilayar monitor.
3. Eksekusi post terhenti.

Cara untuk memperbaiki apabila memory bermasalah adalah sebagai berikut:
1. Bersihkan memory dengan menggunakan alat yang bisa untuk membersihkan momory (seperti penghapus yang digunakan untuk menghapus dari pensil).
2. Bersihkan socket di main board dengan menggunakan kuas sampai bersih atau dapat pula dengan menggunakan vacum cleaner.
3. Apabila pesan kesalahan masih muncul ganti dengan Memory yang lain, mungkin karena memorylah yang error sehingga perlu diganti dengan yang lain dan apabila setelah memory diganti pesan kesalahan masih muncul di mungkinkan kesalahan ada pada slot/bus memory cobalah berpindah dari slot ke satu keslot yang ke dua dan apabila kesalahan masih muncul ganti dengan mainboard yang lain karena mainboardlah yang error/rusak.


5. Masalah Pada CD/DVD Drive

CD/DVD Drive adalah tempat untuk membaca masukan dari data yang masuk seperti CD dan DVD. Jenis dari CD/DVD Drive bermacam-macam, yaitu: CD-R, CD-RW, DVD-R, DVD Combo, dan DVD-RW. Dalam membaca data CD-R memiliki kemampuan yang berbeda dari 8x hingga 52x. Semakin banyak tingkat kecepatan yang dimiliki semakin cepat pula dalam membaca. Jenis kabel data yang dipakai untuk CD-Rom bermacam-macam yaitu ada tiga jenis antara lain yaitu: SATA, ATA, dan IDE. Dalam trouble shooting CD/DVD Drive mudah mengenalinya karena mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Tidak dapat membaca masukan ketika CD dimasukan.
2. Muncul pesan kesalahan pada saat booting awal computer dihidupkan.
3. Membaca masukan dengan proses yang sangat lama.
4. Bunyi tidak menentu.

Untuk mengatasi hal diatas kita dapat melakukan cara sebagai berikut:
 Matikan computer dan cek kabel data serta jumper pasang pada posisi Master.
 Hidupkan computer kembali dan apabila kesalahan masih muncul cobalah untuk mengganti dengan kabel data yang lain.
 Apabila kesalahan masih muncul lagi cobalah untuk menganti dengan CD/DVD Drive yang lain yang masih bisa digunakan.
 Apabila CD/DVD Drive bunyi tidak menentu kemungkinan error pada head sehingga perlu diganti dengan yang lain.
 Apabila kesalahan masih muncul lagi kemungkinan socket pada mainboard sudah error sehingga dapat diganti dengan yang lain.


6. Masalah Pada Floppy Disk Drive (FDD)

Floppy merupakan penyimpanan media data dengan kapasitas kecil. Floppy juga berfungsi untuk media booting apabila pada saat booting computer meminta memasukkan disket start-up hal ini dimakasudkan karena computer sedang menglami kerusakan pada system booting. Beberapa kapasitas Floppy Disk antara lain:
1. Floppy Disk dengan kapasitas 320 KB, 1.2 MB dengan ukuran fisik 51/4
2. Floppy Disk dengan kapasitas 720 KB, 1.44 MB dengan ukuran fisik 31/4

Beberapa permasalahan yang langsung dapat diagnosa pada trouble shooting FDD adalah sebagai berikut:
 Sistem menampilkan directory yang tidak sesuai. Uuntuk mengatasi hal diatas kita dapat melakukan dengan cara merubah setup BIOS dan dipasang pada primary boot di arahkan ke floppy drive.
 Sistem tidak dapat membaca dari semua drive. Hal yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengganti dengan system yang baru.
 Salah dalam format floppy drive. Langkah yang dapat kita tempuh yaitu rubah setup BIOS floppy drive dengan spesifikasi yang benar.
 Kerusakan pada Floppy drive / disk drive dengan keterangan disk failure dan devide Overfloul. Hal yang dapat kita lakukan untuk menanganinya yaitu bersihkan disk drive dengan FDD cleaner dan apabila rusak ganti dengan FDD yang lain.
 Lampu indicator pada Floppy drive menyala terus langkah yang dapat kita lakukan cek Kabel, pada FDD biasanya terbalik.
 Lampu indicator mati atau tidak menyala dan pada saat booting muncul pesan disk failure or not detect langkah yang dapat kita lakuakan yaitu perikasa kabel data pada loppy drive.
 Kerusakan pada Controler langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan mengganti Controller yang lain.
 Kerusakan pada logic drive langkah yang dapat kita lakukan dengan mengganti yang lain.
 Disk Drive Bekerja Lamban dan Berisik. Permasalahan ini terjadi disk Drive tidak bisa membaca atau menulis lagi seperti dulu sewaktu masih baru. Penyebab umum adalah debu yang menempel pada head drive. Drive sangat peka terhadap elemen seperti debu, asap, dan polutan rumah tangga lainya.

Untuk menghindari atau menangani head Drive yang kotor, pakailah sebuah disk cleaner. Teteskan cairan pembersih yang ada pada disk cleaner itu ke disket khusus yang disediakan, lalu masukkan disket tersebut ke dalam disk drive. Ketiklah perintah DIR untuk memerintahkan drive membaca disk tersebut dan akan mendapatkan pesan “Abort, Retry, Fail,” tapi dengan cara ini hard drive akan mengakses dan menggesek Disket dan cairan pemberih yang ada di disket tersebut. Tekan R (Retry) beberapa kali untuk memastiakan head itu bersih. Biasanya dua kali putaran saja sudah bisa menghilangkan debu yang menempel pada drive. Cara diatas adalah cara pemakaian dari disk cleaner.

Kegagalan pada Floppy Drive disebabkan oleh kabel yang longgar untuk memperbaiki problem ini dapat menggunakn langkah berikut:

 Matikan PC dan copot steaker dan buka penutup (casing) computer.
 Cari sambungan kabel Floppy.
 Tekan semua kabel dengan lembut untuk mengeratkan sambungan.
 Tekan pula kabel power yang ke Floppy serta pastikan kabel tersebut tidak mati.
 Setelah semua dilakukan hidupkan computer kembali dan cari pesan kesalah yang muncul lagi, setelah semua selesai dilakukan dan memang floppy drive yang rusak maka langkah yang tepat adalah mengganti komponen tersebut.

Cara menentukan komponen yang harus diganti
Ada 4 komponen dasar pada subsistem floppy drive:
 Diskette
 Disk drive
 Kabel
 Disk drive controller

Setiap komponen tersebut dapat dituju untuk menetukan penyebab kerusakan pada drive yang pertama harus dilakukan adalah format disket, lalu mengkopy beberpa file ke disket tertentu. Jika sewaktu memformat atau mengkopy muncul pesan error seperti “General failure reading” atau “Data error” atau “track 0 failure” , coba ganti disket itu dengan disket lain. Mungkin masa pakai disket tersebut telah berakhir. Jika masalah ini tetap timbul walaupun disket telah diganti beberapa kali, berarti ada penyebab lain yang perlu dicari. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu disket yang dipakai sudah tepat. Disket high-density tidak bisa di format pada drive low-density. Hal ini ada penyebabnya error.
Jika sewaktu disket diformat, drive berputar dan lampu drive menyala tapi proses tidak selesai-selesai, kemungkinan file FORMAT.COM rusak. Ganti dengan file FORMAT.COM tersebut dengan yang baik.
Jika komputer sebelumnya bisa bekerja dengan baik, tapi kini tiba-tiba saja tidak mau bekerja dengan baik lagi, laksanakan perintah berikut ini:
 Periksa semua hubungan kabel menuju FDD
 Jika semua hubungan kabel terpasang dengan beik, periksa terminator pada drive A
 Jika kabel dan terminator baik, pasang program diagnostic seperti QA Plus, dan periksa drive tersebut.
 Jika tes floppy drive yang di jalankan Qa Plus menunjukan kegagalan ganti semua kabel yang menghubungkan floppy drive dan jalankan program pengetesan floppy drive kembali.
 Jika ternyata drive gagal bekerja, ganti floppy drive.
 Jika masih gagal, ganti controllernya.
 Jika masih gagal, ganti power supply.
 Jika masih gagal, ganti mainboard.
Namun, Jika Power supply dan mainboard mati atau rusak biasanya computer tidak akan hidup dan pasti ada suatu peringatan dari computer tersebut.

7. Masalah Pada Processor

Processor merupakan otak dari pusat pengendali komputer yang terhubung ke komponen lain sehingga dapat bekerja satu dengan lainnya. Processor adalah chip yang sering disebut mikroProcessor. Ukuran Processor adalah mega hertz (MHz), yaitu hitungan kecepatan dalam mengolah data/informasi ,semakin besar MHz pada Processor maka semakin cepat proses pengolahan dan pengaksesan data/informasi. Merk Processor yang umum diperdagangkan adalah: INTEL, CYRIX, IBM, AMD, dll.
Jenis-jenis Processor Pentium:
 Processor Pentium I
 Processor Pentium MMX
Processor MMX (Multi Media Exchange) merupakan pengembangan dari jenis Processor Pentium-I. Sesuai dengan namanya Processor Pentium MMX dapat mendukung pemakaian multi media yang lebih cepat lagi.
 Processor Pentium Celeron
Processor Pentium Celeron sudah memakai teknologi MMX. Processor Celeron seri “A” adalah Processor yang memakai chace memory 128 KB dan lebih cepat jika dibandingkan dengan Celeron yang tidak memakai seri, karena tidak memakai cache memory.
 Processor Pentium-II
 Processor Pentium-III
 Processor Pentium-IV
 Prosesor Pentium V atau Core2Duo

Ciri apabila Processor yang error/rusak adalah tidak ada tampilan di layar monitor meskipun tombol power pada CPU dan monitor sudah dihidupkan.
Untuk menghindari agar tidak terjadi kerusakan pada Processor kita dapat melakukan berbagai cara seperti memberi pasta termal pada atas Processor dan menambahkan headsing pada atas Processor serta menambahkan kipas jika diperlukan lagi. Hal ini dimaksudkan agar Processor tidak terlampui panas yang dapat merusak system kerja computer tersebut. Apabila Processor terlampui panas maka computer akan hang dan akan mati secara otomatis, dan dapat menyebabkan mikroProcessor menjadi trouble.
Apabila Processor mengalami kerusakan kita dapat mengganti dengan Processor yang lain dan menyesuaikan dengan kondisi mainboard yang tersedia tidak harus sesuai dengan frequensi yang ditetapkan, karena slot Pentium II pada mainboard juga dapat diganti dengan Processor dengan Pentium III begitu juga sebaliknya. Kasus yang ditemukan karena Processor diganti dengan Processor yang lain antara lain yaitu “system tidak bekerja ketika Processor diganti dengan Processor yang lain”
Masalahnya dan penangananya:
Kejadian ini sering terjadi ketika hendak melakukan upgrade atau downgrade dengan menggunakan prosesor yang memiliki front side bus yang berbeda. Misalnya ketika Pentium Anda ber-FSB 533 MHz Anda ganti dengan yang ber-FSB 400 MHz, sementara BIOS Anda masih men-setting sistem bekerja pada FSB 533 MHz.
Agar sistem mau bekerja kembali, ada dua cara yang bisa ditempuh. Cara pertama adalah masuk ke sistem BIOS dan menganti FSB yang dipakai dari 133 MHz manjadi 100 MHz. Ini dengan catatan kalau sistem motherboard dan prosesor masih bisa mentolerir penggunaan FSB yang jauh lebih tinggi dibanding yang dipakai.
Cara lain adalah melakukan clear CMOS. Apabila langkah ini sudah dilakukan. Masuklah ke menu BIOS Anda dan pastikan FSB yang dipakai sudah sesuai dengan FSB yang bekerja pada prosesor.


8. Masalah Pada VGA Card

VGA Card merupakan penghubung jalanya keluarnya tampilan gambar ke monitor. Tanpa ada VGA Card pc tidak dapat digunakan. Kualitas dari kemampuan VGA mempengaruhi gambar yang muncul di monitor. Prinsip kerja system VGA adalah mengubah gelombang sinyal dari mainboard yang kemudian diolah di system VGA Card kemudian di transfer ke monitor sehingga keluar tampilan gambar di layar Monitor. Ada beberapa jenis VGA dari perkembangan awal hingga sekarang antara lain sebagai berikut:
1. CGA (color graphic adapter)
2. EGA (echanced graphic adapter)
3. VGA (video graphic adapter)
4. SVGA (super video graphic adapter)
5. XVGA

VGA Card juga dapat mengalami trouble karena disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Terlalu lama pemakaian sehingga perlu diganti dengan yang baru.
2. Karusakan pada socket pin.
3. Kerusakan pada jalur kebel VGA ke monitor.
4. Terkena air yang menyebabkan gangguan kontak pada IC.

Komponen VGA Card dapat mengalami trouble ciri apabila komponen ini yang error adalah sebagai berikut:
1. Tidak ada tampilan dilayar Monitor walaupun tombol power pada monitor dan CPU sudah dihidupkan dan kabel pada VGA Card sudah terpasang dengan benar.
2. Ada kode Beep yang menunjukan kode kesalahan.

Untuk menangani kasus diatas dapat dilakukan cara sebagai berikut:
1. Periksa koneksi kabel apakah terpasang dengan benar apa tidak atau mungkin kabel VGA yang ke monitorlah yang rusak sehingga perlu diganti dengan yang baik.
2. Periksa VGA Card apakah tertancap dengan benar ke slot AGP atau tidak jika tidak pasang dengan prosedur yang sesuai dan benar.
3. Ganti dengan VGA yang lain untuk memastikan VGA Cardlah yang rusak.
4. Periksa Slot AGP apakah berfungsi dengan baik apa tidak.
5. Bersihkan VGA Card dan slot AGP dengan kuas sampai bersih sehingga tidak mengurangi kinerja system tersebut.
6. Periksa konektor pin pada VGA Card apakah masih normal apa tidak.
Setelah pengecekan dilakukan kita dapat langsung mendiagnosa kerusakan yang terjadi. Kita dapat menentukan bahwa VGA Cardlah yang rusak bukan pada perangkat lain sehingga perlu diganti dengan VGA Card yang lain. Untuk menangani kasus tersebut sebaiknya bila mengganti VGA Card kita sebaiknya penggantian komponen sesuai dengan kapsitas yang telah di berikan oleh standar mainboard agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal lagi. Seperti contoh apabila kita mengganti VGA lain yang spesifikasi yang lebih tinggi tanpa mengup-grade kita tidak akan berhasil karena kartu grafis yang diberikan akan berbeda dengan yang sebelumya.


9. Masalah Pada Sound Card

Sound Card merupakan suatu perangkat keras yang terdapat di mainboard. Fungsi dari Sound Card tersebut adalah untuk meneruskan sinyal dan kemudian suara tersebut dikeluarkan oleh speaker sehingga keluarlah bunyi. Sebelum digunakan Sound Card tersebut harus di instalasi agar dapat digunakan sesuai dengan Driver bawanya. Contoh sound card yang dapat kita kenal antara lain:ITE,dll. Apabila terjadi trouble pada sound card perlu diadakah suatu perbaikan agar computer bekerja kembali dengan normal.

Identitas apabila sound card error antara lain sebagai berikut:
1. Tidak keluarnya suara lewat speaker meskipun kondisi speaker masih baik dan kabel sudah terhubung ke sound card.
2. Driver tidak terdeteksi oleh menu control panel.
3. Muncul tanda (?) pada menu control panel.
4. Muncul pesan kesalahan ketika menggunakan program winamp atau sejenisnya ysng berhubungan dengan suara dan aplikasi tersebut tidak dapat berjalan.

Untuk mengatasi hal tersebut kita dapat melakukan cara sebagai berikut:
1. Matikan computer dan lepas Sound Card.
2. Bersihkan slot/bus ISA dimana sound Card terpasang dengan menggunakan kuas atau vacuum cleaner.
3. Cobalah pasang sound card kembali dan hidupkan computer, apabila setelah diinstalasi kembali Sound card masih tidak bisa digunakan kemungkinan Sound Card yang error sehingga perlu diganti dengan yang lain.
4. Apabila sound card berbentuk onboard dengan mainboard kita dapat mengganti dengan sound card pada slot yang tersedia.
5. Install driver bawaanya dengan benar.


10. Masalah Pada LAN Card (Kartu Jaringan)

LAN Card merupakan penghubung antara system computer dengan kinerja computer lain atau dapat dikatakan LAN Card merupakan sinyal untuk saling berbagi antara computer satu dengan computer yang lain. Prinsip kerja LAN Card adalah menerima sinyal dari computer lain kemudian mentranmisikan kedalam masukan kemudain diolah menjadi data begitu sebaliknya saling berbagi. LAN Card dapat digunakan untuk menghubungkan system computer satu dengan computer lain melalui perantara HUB sehingga dalam area tersebut membentuk suatu jaringan computer.
LAN Card juga dapat mengalami masalah atau trouble dikarenakan ada beberapa masalah, ciri-ciri dari LAN Card yang mengalami troubleantara lain sebagai berikut:
1. Lampu indicator pada LAN Card tidak menyala pada saat konektor terpasang, Masalah ini sering terjadi disebabkan oleh LAN Card sudah error sehingga perlu diganti dengan yang lain.
2. Tidak dapat install driver. Masalah ini dapat diatasi apabila kita telah tahu driver apa yang sesuai dengan driver bawaanya dari LAN Card tersebut. Penginstalan driver LAN Card harus sesuai dengan driver bawaanya karena apabila tidak sesuai maka LAN Card tidak akan terdeteksi oleh system PC dan LAN Card tidak dapat digunakan.
3. LAN Card tidak terdeteksi dari menu control panel. Kasus ini dapat diatasi setelah kita menginstal driver dari LAN Card tersebut. Tanpa install driver maka LAN Card tidak akan pernah terdeteksi oleh system kerja computer.
Untuk mengatasi agar tidak terjadinya error atau gangguan pada system kerja kartu jaringan maka sebaikanya dilakukan suatu perawatan perangkat tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perangkat kembali berjalan dengan normal seperti sedia kalanya. Untuk membersihkan perangakt kita dapat menggunakan kuas dan Vacum cleaner.


11. a

Macam – Macam Kabel Jaringan (LAN)


Kabel Local Area Network


Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.


Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :



  • Coaxial

  • Unshielded Twisted Pair (UTP)

  • Shielded Twisted Pair (STP)

  • Fiber Optik



Kabel Coaxial



Kabel coaxial terdiri dari :



  • sebuah konduktor tembaga

  • lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.

  • sebuah lapisan paling luar.


Penggunaan Kabel Coaxial


Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.



Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:


10Base5 / Kabel “Thicknet” :



  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.

  • merupakan kabel “original” Ethernet.

  • tidak digunakan lagi untuk LAN modern.


10Base2 / Kabel “Thinnet”:



  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.


  • mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.

  • menggantikan “Thicknet”.

  • tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.


“Unshielded Twisted Pair”





Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.


Kategori UTP


Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :







































Kategori



Performansi (MHz)



Penggunaan



Cat 1



1


Voice, Mainframe, Dumb Terminal

Cat 2




4


4 MB Token Ring

Cat 3



10


10MB Ethernet

Cat 4



20


16 MB Token Ring

Cat 5




100


100 MB Ethernet

“Shielded Twisted Pair”



“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.


Kelemahan kabel STP



Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :



  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.

  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.

  • Harganya cukup mahal.


Kabel Fiber Optik





Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.


Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik



Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :



  • Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).

  • Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).

  • Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.


Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.


Jumat, 22 Oktober 2010

Bagaimana mensetting AP TP-LINK TD-W8901G?

Solusinya step by step :

1. Telepon 147, tanya VPI/VCI setempat, karena setahu saya beda kota/propinsi beda VPI/VCI. Catat VPI/VCI itu.

2. Buka 192.168.1.1 (atau IP yang dipakai modem jika sudah diganti). Perhatikan di kolom WAN, ada banyak PVC disitu (PVC0-PVC9) dan ada VPI/VCI setiap PVC.

Cek apabila ada PVC yang punya VPI/VCI sama dengan VPI/VCI Anda. Misal VPI/VCI anda 0/35, cek apakah ada PVC yang punya VPI/VCI 0/35 juga. Jika ada, catat PVC berapa (misal PVC2 punya VPI/VCI 0/35 juga yang sama dengan VPI/VCI Anda).

Jika ada, lanjut ke step 3, jika tidak, ke step 4.

3. Klik Interface Setup di kiri atas, lalu klik Internet. Di Virtual Circuit, pilih PVC yang VPI/VCI nya konflik (sama) dengan VPI/VCI Anda, lalu isi dengan VPI 0 VCI 100. (angka 0 dan 100 boleh sembarang). Lalu pilih status : Deactivated. Hal ini untuk menghindari VPI/VCI tidak bisa dimasukkan dengan alasan duplicate entry. Klik Save di bawah.

4. Di Virtual Circuit, klik PVC0. Pastikan Statusnya Activated. Masukkan VPI/VCI Anda disini.

Scroll kebawah, di pilihan ISP pilih PPPoA/PPPoE.

Servicename dikosongi, username (nomor speedy)@telkom.net, password diisi, encapsulation PPPoE LLC, bridge interface Activated, connection Always On (Recommended).

Scroll kebawah lagi, ada Get IP address, pilih Dynamic (saya tidak tahu pengguna speedy paket 2Mbps keatas dapat IP static atau tidak, kalau ya bisa dicoba pilih Static, saya belum coba karena speedy saya dynamic).

NAT pilih Enable, Default Route pilih Enable.

klik Save.

5. Masuk ke bagian Maintenance > Sys Restart > Restart with current settings > klik Restart.
Tunggu progress bar mencapai 100%.

Cara Settig TP-LINK TD-W8901G

TP-LINK TD-W8901G modem/router Setup - Routed Mode TP-LINK TD-W8901G modem router Setup / - Routed Mode

This will help you to configure your modem/router in routed mode for the Ini akan membantu Anda untuk mengkonfigurasi modem / router dalam mode diarahkan untuk
Montreal-DSL internet connection. Montreal-DSL koneksi internet.
1. 1. Open up your Web Browser and type in 192.168.1.1 in the address bar at the top and Buka Web Browser dan ketik 192.168.1.1 di address bar di bagian atas dan
hit Enter . tekan Enter. This will open up the TD-W8901G home page. Ini akan membuka halaman TD-W8901G. Username: admin, password: Username: password admin,:
admin admin
2. 2. Select the Quick Start tab, then click RUN WIZARD , and you will see the next Pilih tab Cepat Mulai, kemudian klik RUN WIZARD, dan Anda akan melihat berikutnya
screen. layar.
Click the NEXT button. Klik tombol NEXT.
3. 3. Configure the time for the Router, and then click the NEXT button. Mengkonfigurasi waktu untuk Router, dan kemudian klik tombol NEXT. (GMT -5) for (GMT -5) untuk
ON/QC ON / QC
4. 4. Select the connection type to connect to Montreal-DSL: PPPoE/PPPoA mode, and Pilih jenis sambungan dapat terhubung ke Montreal-DSL: PPPoE / PPPoA modus, dan
then click the NEXT button. kemudian klik tombol NEXT.
5. 5. Configure the following options provided by Montreal-DSL: Konfigurasikan opsi-opsi berikut yang disediakan oleh Montreal-DSL:
Username : username@pppoe.ca (for PRO) or username@dslinternet.ca (for Username: username@pppoe.ca (untuk PRO) atau username@dslinternet.ca (untuk
unlimited) terbatas)
Password : provided on Montreal-DSL welcome email Password: disediakan di Montreal-DSL email selamat datang
VPI / VCI: 0/35 for ON/QC and 0/33 for BC/AB. VPI / VCI: 0 / 35 untuk ON / QC dan 0 / 33 untuk BC / AB.
Connection Type : PPPOE. Connection Type: PPPOE.
Then click Next . Kemudian klik Next.
6. 6. Configure the rules for the WLAN, and click NEXT . Mengkonfigurasi aturan untuk WLAN, dan klik NEXT.
7. 7. Click NEXT to finish the Quick Start. Klik NEXT untuk menyelesaikan Quick Start.
8. 8. Choose “ Interface Setup → Wireless ” menu, and you will see the Wireless screen. Pilih "Interface Setup → Wireless" menu, dan Anda akan melihat layar Wireless.
Please configure the parameters for wireless according to the descriptions below. Silakan mengkonfigurasi parameter untuk nirkabel sesuai dengan deskripsi di bawah ini.
Access point Settings: These are the settings of the access point. Pengaturan jalur akses: Ini adalah pengaturan jalur akses. You can configure the Anda dapat mengkonfigurasi
rules to allow wireless-equipped computers and other devices to communicate with a aturan untuk memungkinkan-dilengkapi komputer nirkabel dan perangkat lain untuk berkomunikasi dengan
wireless network. jaringan nirkabel.
• Access point: Select Activated to allow wireless station to associate with the • Jalur akses: Pilih Diaktifkan untuk memungkinkan stasiun nirkabel untuk mengasosiasikan dengan
access point. jalur akses.
• Channel: Select the channel you want to use from the drop-down List of • Channel: Pilih saluran yang ingin Anda gunakan dari daftar drop-down dari
Channel. Channel. This field determines which operating frequency will be used. Bidang ini menentukan frekuensi operasi yang akan digunakan. It is not Hal ini tidak
necessary to change the wireless channel unless you notice interference problems diperlukan untuk mengubah saluran nirkabel kecuali jika Anda mengalami masalah gangguan
with another nearby access point. dengan jalur akses lain di dekatnya.
• Beacon Interval: Enter a value between 20-1000 milliseconds. • Beacon Interval: Masukkan nilai antara 2-10 milidetik. The Beacon Beacon
Interval value indicates the frequency interval of the beacon. Interval nilai menunjukkan interval frekuensi dari beacon. A beacon is a packet suar adalah sebuah paket
broadcast by the Router to synchronize the wireless network. disiarkan oleh Router untuk melakukan sinkronisasi jaringan nirkabel. The default value is Nilai default adalah
100. 100.
• RTS/CTS Threshold: Should you encounter inconsistent data flow, only minor • RTS / CTS Threshold: Jika Anda mengalami aliran data yang tidak konsisten, hanya kecil
reduction t of the default value 2347 is recommended. t pengurangan nilai default 2347 dianjurkan. If a network packet is Jika sebuah paket jaringan
smaller than the preset RTS threshold size, the RTS/CTS mechanism will not be lebih kecil dari ukuran Ambang RTS preset, RTS / CTS mekanisme tidak akan
enabled. diaktifkan. The Router sends Request to Send (RTS) frames to a particular receiving Router mengirimkan Permintaan untuk Kirim (RTS) frame ke penerima tertentu
station and negotiates the sending of a data frame. stasiun dan menegosiasikan pengiriman bingkai data. After receiving an RTS, the Setelah menerima sebuah RTS, yang
wireless station responds with a Clear to Send (CTS) frame to acknowledge the stasiun nirkabel merespon dengan Hapus untuk Kirim (CTS) frame untuk mengakui
right to begin transmission. hak untuk memulai transmisi. In most cases, keep its default value of 2347. Dalam kebanyakan kasus, menjaga nilai default dari 2347.
• DTIM: This value, between 1 and 255, indicates the interval of the Delivery • DTIM: Nilai ini, antara 1 dan 255, menunjukkan interval Antarkan
Traffic Indication Message (DTIM). Indikasi Lalu Lintas Pesan (DTIM). A DTIM field is a countdown field Bidang DTIM adalah bidang hitung
informing clients of the next window for listening to broadcast and multicast menginformasikan klien jendela berikutnya untuk mendengarkan siaran dan multicast
messages. pesan. When the Router has buffered broadcast or multicast messages for Ketika Router memiliki buffer atau multicast pesan siaran untuk
associated clients, it sends the next DTIM with a DTIM Interval value. klien yang terkait, itu mengirimkan DTIM berikutnya dengan nilai Interval DTIM. Its clients Its klien
hear the beacons and awaken to receive the broadcast and multicast messages. mendengar beacon dan membangunkan untuk menerima siaran dan pesan multicast.
The default value is 1. Nilai default adalah 1.
• 802.11 b/g: In the drop-down list you can select “802.11g (54Mbps)” or • 802.11 b / g: Dalam daftar drop-down Anda dapat memilih "802.11g (54Mbps)" atau
“802.11b (11Mbps)”. "802.11b (11Mbps)". "802.11 b+g (54Mbps & 11Mbps)", which allows both "802.11 b + g (54Mbps & 11Mbps)", yang memungkinkan baik
802.11g and 802.11b wireless stations to connect to the Router. 802.11g dan 802.11b stasiun nirkabel untuk terhubung ke Router.
Wireless MAC Address Filter: Wireless access can be filtered by using the MAC Wireless MAC Address Filter: Wireless akses dapat disaring dengan menggunakan MAC
addresses of the wireless devices transmitting within your network's RADIUS. alamat perangkat nirkabel transmisi dalam Teman jaringan RADIUS Anda.
• Active: If you wish to filter users by MAC Address, select “Activated”, and • Aktif: Jika Anda ingin untuk menyaring pengguna dengan MAC Address, pilih "Diaktifkan", dan
“Deactived” for don't. "Deactived" untuk tidak.
• Action: To filter wireless users by MAC Address, select “Allow Association” or • Tindakan: Untuk menyaring pengguna nirkabel oleh MAC Address, pilih "Allow Asosiasi" atau
“Deny Association” the follow Wireless LAN station(s) association. "Deny Asosiasi" tindak stasiun LAN Nirkabel (s) asosiasi.
• MAC Address: Enter the MAC Address you wish to filter in the field. • MAC Address: Masukkan Alamat MAC yang ingin Anda filter di lapangan.
Multiple SSIDs Settings: These are the settings of the SSID. Multiple SSID Pengaturan: Ini adalah pengaturan SSID.
• SSID Index: The index of the SSID, and in this model, you can only leave it as • Indeks SSID: Indeks SSID, dan dalam model ini, Anda hanya dapat meninggalkan sebagai
a default value of 1. nilai default 1.
• SSID: Wireless network name shared among all points in a wireless network. • SSID: Wireless nama jaringan bersama di antara semua titik dalam jaringan nirkabel.
The SSID must be identical for all devices in the wireless network. SSID harus identik untuk semua perangkat dalam jaringan nirkabel. It is case- Ini adalah kasus
sensitive and must not exceed 32 characters (use any of the characters on the sensitif dan tidak boleh melebihi 32 karakter (menggunakan salah satu karakter pada
keyboard). keyboard). Make sure this setting is the same for all stations in your wireless Pastikan pengaturan ini sama untuk semua stasiun dalam nirkabel Anda
network. jaringan. Type the desired SSID in the space provided. Ketik SSID yang diinginkan di tempat yang disediakan.
• Broadcast SSID: When wireless clients survey the local area for wireless • Broadcast SSID: Ketika klien nirkabel survei area lokal untuk nirkabel
networks to associate with, they will detect the SSID broadcast by the Router. jaringan untuk berasosiasi dengan, mereka akan mendeteksi broadcast SSID oleh Router. To Untuk
broadcast the Router's SSID, keep the default setting. broadcast SSID Router, menjaga pengaturan default. If you don't want to Jika Anda tidak ingin
broadcast the Router's SSID, select “No”. broadcast SSID Router, pilih "Tidak".
• Authentication Type: Select an authentication type from the drop-down list, • Authentication Type: Pilih jenis otentikasi dari daftar drop-down,
which allows you to configure security features of the wireless LAN interface. yang memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi fitur keamanan dari interface LAN nirkabel.
Options available are: Disabled, WEP-64Bits, WEP-128Bits, WPA-PSK, and Pilihan yang tersedia adalah: penyandang cacat, WEP-64bits, WEP-128Bits, WPA-PSK, dan
WPA2-PSK (recommended) WPA2-PSK (disarankan)
WPA2-PSK WPA2-PSK
To configure WPA2-PSK settings, select the WPA2-PSK option from the drop-down list. Untuk mengkonfigurasi pengaturan WPA2-PSK, pilih opsi WPA2-PSK dari daftar drop-down.
The menu will change to offer the appropriate settings. Menu akan berubah untuk menawarkan pengaturan yang sesuai. WPA2-PSK requires a shared key WPA2-PSK membutuhkan Kunci pra-berbagi
and does not use a separate server for authentication. dan tidak menggunakan server terpisah untuk otentikasi. PSK keys can be ASCII or Hex type. kunci PSK dapat ASCII atau tipe Hex

Cara Settig TP-LINK TD-W8901G

Setelah beberapa minggu penggunaan, berasa kurang nyaman dikarenakan modem dari telkom TP-LINK model TD-8817 cuman terdapat satu port RJ45 yang berarti cuman bisa dipake buat satu pc. Setelah menelaah dan menimbang akhirnya diputuskan beli modem yang sesuai.TP-LINK model TD-W8901G menjadi pilihan. Modem ini sangat tepat digunakan untuk memenuhi kebutuhan koneksi di rumah karena selain berfungsi sebagai modem ADSL modem ini juga berfungsi sebagai modem router yaitu modem yang berfungsi sebagai wireless access point sekaligus hub dengan 4 buah port 10/100M RJ45.

Selesai dengan modem, saatnya konigurasi modem untuk speedy. Disini modem disetting agar begitu dinyalakan maka akan langsung terhubung dengan internet.
akses http://192.168.1.1 melaui web browser
masukkan username dan password : admin
masuk menu Quick Start dan tekan tombol RUN WIZARD, maka akan muncul jendela baru
pilih Time Zone, NEXT
pilih opsi PPPoE/PPPoA agar modem dapat langsung terhubung ke internet begitu dinayalakan, sehingga tidak perlu melakukan dial dari komputer, NEXT
masukkan username dan password speedy. VPI :8, VCI :81, Connection Type : PPPoE LLC, NEXT
jika akan menggunakanWlan, aktifkan Access Point, kemudian set :

> SSID :wireless-name (disesuaikan)
> Broadcast SSID :Yes
> Authentication type :WPA2-PSK
> Encription :TKIP
> Pre-Shared Key :password-wireless (disesuaikan)
> NEXT

Setelah konfigurasi tersimpan, matikan modem beberapa saat kemudian nyalakan kembali. Cek apakah semua lampu indikator bekerja dan koneksinya sudah berjalan.

Sabtu, 05 Juni 2010

Distro-Distro Linux

Jumlah: 63

Lycoris
Xandros
Lindows
Linare
Debian/GNU Linux
Linux-Mandrake
Red Hat Linux
Slackware
Turbo Linux
Knoppix
Ubuntu
KULIAX
FEDORA
SUSE
DEBIAN
Fedora Core 4
Red Hat Project
Fedora Project
SUSE Linux Professional (SLP) 9.3
Ubuntu 5.04
Knoppix 3.8
PC Linux OS
Linux Xnuxer
Mandrake 10.0
Linux kernel 2.6.3
Xandros
Kubuntu
Mandrake 10
Fedora Core 4
Lycoris
Knoppix 3.6
Simply Mepis
Redhat 9
Xandros
CentOS
Debian
Gentoo
Slackware
Mandriva Linux
openSUSE
Freespire
Linux Mint
PCLinuxOS
Puppy Linux
Sabayon Linux
Turbo Linux
Damn Small Linux
Kuliax
Lindows
Linare
MEPIS
FreeBSD
DreamLinux
Puppy Linux
Kubuntu
Zenwalk
Slax
Sidux
Ubuntu Studio
Xubuntu
Foresight
DesktopBSD
OpenGEU
Elive
Freespire
Frugalware
Fluxbuntu
Xandros
TinyME
gOS
Backtrack
Linux Mint
PC-BSD
Foresight
DesktopBSD
OpenGEU
Eeebuntu
OpenGeeeU
gOS Cloud
CrunchEee
Caldera Open Linux
Corel Linux

Rabu, 19 Mei 2010

PROPOSAL PEMBUATAN WARNET







PERLENGKAPAN DAN PERALATAN

NO

KEBUTUHAN

FUNGSI

JUMLAH

GAMBAR

1

Kabel UTP

Kabel khusus buat transmisi data.UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut Unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut Twisted Pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan, dan kabel UTP terdiri dari 4 pasang kabel, yaitu 8 buah kabel.

150 meter

2

Crimping tool dan UTP Cutter

Memotong dan melepas pembungkus kabel jaringan serta memasang konektor hingga menjadi sebuah kabel jaringan yang siap pakai.

1 buah

3

Konektor RJ 45

Perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan kabel dengan komputer , untuk jaringan komputer dikenal dengan Istilah RJ45 yang merupakan konektor standar untuk kabel Ethernet Categori 5, serta digunakan untuk Kabel UTP.

1 box

4

Switch / HUB

Menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Hub perangkat penghubung Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain.

1 buah

5

Lan tester

Perangkat ini digunakan untuk menguji konektivitas kabel jaringan atau benar salahnya dalam pemasangan kabel jaringan.

1 buah






ALASAN PEMILIHAN PRODUK

NO

KEBUTUHAN

MERK

ALASAN

1

Kabel UTP

Cat 5.e original

Kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet.

2

Crimping tool dan UTP Cutter


Crimping tool tidak harus berkualitas tinggi namun Crimping tool harus cocok dengan kabel UTP yang dipakai untuk membuat jaringan.

3

Konektor RJ 45

AMP Oroginal

Berbeda jauh dengan AMP biasa
Lebih presisi, Pin lebih bagus dan kuat serta harga murah

4

Switch / HUB

TP-Link

Bandwidth 4.8 Gbps, dengan bandwidth tersebut pengiriman data sudah cepat.

5

Lan tester


Lan tester tidak harus berkualitas tinggi namun ketepatan dalam memeriksa harus sangat tepat.






JUMLAH BIAYA KEBUTUHAN

NO

KEBUTUHAN

HARGA @ / m

JUMLAH KEBUTUHAN

TOTAL HARGA

1

Kabel UTP

Rp 3.500

150 meter

Rp 525.000

2

Crimping tool dan UTP Cutter

Rp 50.000

1 buah

Rp 50.000

3

Konektor RJ 45

Rp 100.000

1 box

Rp 100.000

4

Switch

Rp 459.000

1 buah

Rp 459.000

5

Lan tester

Rp 40.000

1 buah

Rp 40.000

Total

RP 1.174.000







REFERENSI

1. http://www.alnect.net/products.php?/4/78/208/431/Networking/Networking_Peripheral/UTP_Crimper_Set/Tang_Crimper_RJ-45_Combo_+_UTP_Skin_Cutter

2. http://www.alnect.net/products.php?/4/21/36/397/Networking/Cable_Connection/LAN_Switch-Hub/Switch_Hub_24_Port_TP-Link_TL-SF1024

3. http://www.alnect.net/products.php?/4/78/210/424/Networking/Networking_Peripheral/UTP_Tester/Network_Cable_Tester_NS-468

4. http://indonetwork.co.id/noc-4_network/486919/konektor-rj45.htm

5. http://konfigurasi.yolasite.com/kabel-utp.php

Pengikut